Ads

Sunday, June 26, 2016

Game Di Indonesia

Game Di Indonesia


Bekasi Wakili Indonesia di Kompetisi Internasional FIFA Online 3 Bulan Depan

Posted: 26 Jun 2016 07:40 PM PDT

Kejuaraan FIFA Online 3 Premier Championship akhirnya selesai digelar hari Minggu tanggal 26 Juni 2016 kemarin. Turnamen game sepak bola yang diselenggarakan Garena Indonesia di Hotel Pullman Bundaran HI ini akhirnya dimenangkan oleh tim esport Bekasi Gold setelah menumbangkan tiga tim lain, yaitu Bekasi Extreme, Jakarta Freedom, dan Pekanbaru Dragonz.

Dominasi dua tim veteran masih terasa di ajang Grand Final Premier Championship kali ini. Tim seperti Pekanbaru Dragonz yang juga berlaga di beberapa turnamen FIFA Online 3 Garena kembali meramaikan persaingan turnamen yang sengit ini. Puncaknya, tim Pekanbaru Dragonz akhirnya harus bertemu dengan lawan veteran lainnya yaitu Bekasi Gold di babak final.

FIFA Online 3 Premier | Photo

Tim Bekasi Gold termasuk salah satu tim yang cukup kompetitif dalam turnamen FIFA Online 3. Tim esport yang kini digawangi oleh Muhammad Akbar (Abadia), Hary Yudy Saputra, dan Khairul Anam (Alazka) ini sebelumnya telah mengukir prestasi dengan mewakili Indonesia di ajang SEA Championship FIFA Online 3 di Bangkok, Thailand, pada Juli 2015 lalu.

Atas keberhasilannya menjuarai turnamen Premier Championship 2016, tim Bekasi Gold berhak membawa pulang hadiah uang tunai senilai Rp50 juta dan memperoleh kesempatan mewakili Indonesia dalam turnamen FIFA Online 3 EA Champions Cup yang akan digelar di Shanghai 23 dan 24 Juli mendatang.

EA Champions Cup | Logo

Kemenangan di turnamen Premier Championship 2016 merupakan batu lompatan bagi tim asal Indonesia untuk mengikuti ajang turnamen bergengsi EA Champions Cup 2016 yang rencananya akan dihelat di gedung Expo Center Shanghai. Turnamen game FIFA Online 3 dengan hadiah total senilai US$300.000 (sekitar Rp4 miliar) ini akan diikuti oleh delapan tim dari tujuh negara, meliputi Cina, Indonesia, Thailand, Korea Selatan, Vietnam, Singapura, dan Malaysia.

Turnamen bergengsi dengan nominal hadiah yang begitu fantastis tadi merupakan hasil kerja sama antara Garena (selaku pihak distributor), EA, dan juga Tencent yang kemarin dikabarkan telah membeli sebagian besar saham dari Supercell senilai Rp114 triliun. Dengan kemenangan yang diraih dalam pertandingan Premier Championship 2016, semoga tim Bekasi Gold masih tetap bersemangat dan giat berlatih guna mengharumkan nama Indonesia di ajang turnamen EA Champions Cup 2016.

(Diedit oleh Iqbal Kurniawan)

The post Bekasi Wakili Indonesia di Kompetisi Internasional FIFA Online 3 Bulan Depan appeared first on Tech in Asia Indonesia.

Google Makin Gencar di Industri Robot dengan Kembangkan “Anjing” Peliharaan

Posted: 26 Jun 2016 07:00 PM PDT

Setelah merilis video robot manusia bernama Atlas pada bulan Februari 2016 yang lalu, perusahaan robot Boston Dynamics kembali memperlihatkan karya terbaru mereka. Kali ini, perusahaan yang dimiliki oleh Alphabet (perusahaan induk dari Google) tersebut menunjukkan kemampuan sebuah robot “anjing” yang bernama SpotMini.

Robot SpotMini ini sebenarnya merupakan pengembangan dari robot Boston Dynamics sebelumnya yang bernama Spot. Bedanya, SpotMini mempunyai ukuran tubuh yang lebih kecil, tidak menggunakan sistem hidrolik yang berisik, dan dilengkapi dengan perangkat “leher” yang bisa memanjang.

Berikut ini adalah beberapa kemampuan menarik yang dimiliki oleh SpotMini.

Bangkit dari kondisi jatuh

Spotmini Mengangkat Tubuh | Screenshot

Salah satu tantangan untuk sebuah robot adalah bagaimana ia bisa bertahan ketika diganggu oleh manusia. Dalam video terbaru yang dirilis Boston Dynamics, SpotMini diberi jebakakan kulit pisang yang diletakkan di jalan yang akan ia lalui.

SpotMini pun akhirnya terjatuh karena gangguan tersebut. Namun ternyata SpotMini berhasil bangkit tanpa bantuan siapa pun. Ia memanfaatkan leher yang ia miliki untuk mendorong tubuhnya agar bisa kembali berdiri tegak.

Memindahkan barang

SpotMini Menjepit Kaleng | Screenshot

Leher dari SpotMini dilengkapi dengan semacam “kepala” yang berbentuk capit. Dengan capit tersebut, SpotMini pun bisa menjepit barang seperti gelas maupun kaleng minuman ringan, dan memindahkannya ke tempat lain.

Bergerak dengan “lincah”

SpotMini Merunduk di Bawah Meja | Screenshot

Kemampuan SpotMini juga diuji ketika ia harus bergerak di dalam rumah yang penuh dengan perabotan. Hasilnya, ia berhasil bergerak di berbagai ruangan tanpa menabrak apa pun. Ia bahkan bisa menunduk ketika akan melewati kolong meja.

Menaiki tangga

SpotMini Menaiki Tangga | Screenshot

Keahlian SpotMini dalam bergerak ternyata tidak hanya berguna di permukaan yang datar. Ia ternyata juga bisa menaiki anak tangga dengan sempurna.


Dengan berat yang hanya 29 kilogram dan bisa menyala selama 90 menit tanpa harus diisi daya, SpotMini menjadi salah satu robot anjing yang cukup sempurna. Ia bisa diprogram untuk melakukan aktivitas tertentu, atau dikendalikan secara manual dengan remote control.

Robot yang bentuknya menyerupai manusia kini jumlahnya semakin banyak lo!

Di masa depan, SpotMini bisa dimanfaatkan baik untuk keperluan militer, maupun sebagai robot pendamping di rumah. Di akhir video, Boston Dynamics bahkan menampilkan SpotMini yang telah dilengkapi beberapa perlengkapan tambahan yang membuatnya enak dipandang, serta menunjukkan bagaimana SpotMini juga bisa bercanda dengan manusia penghuni rumah.

(Diedit oleh Pradipta Nugrahanto)

The post Google Makin Gencar di Industri Robot dengan Kembangkan “Anjing” Peliharaan appeared first on Tech in Asia Indonesia.

Musik Sebagai Bagian Dunia dalam Game Menurut Music Director Seri Celestian Tales

Posted: 26 Jun 2016 02:30 AM PDT

Baru-baru ini, Ekuator Games merilis DLC untuk Celestian Tales: Old North dengan judul Howl of the Ravager. DLC tersebut berisi cerita tentang masa lalu seorang karakter penting di Celestian Tales: Old North, Severin Leroux. Momen ini kami manfaatkan untuk mengintip sedikit proses di balik pembuatan Celestian Tales: Old North.

Celestian Tales: Old North menunjukkan bahwa developer Indonesia bisa membuat game yang tidak kalah dengan RPG luar negeri.

Kami berkesempatan mewawancarai Adrian Benn yang merupakan Music Director dari seri Celestian Tales. Dalam obrolan yang berlangsung pada 24 Juni 2016 lalu, Benn berbagi tentang proses di balik pembuatan musik Celestian Tales: Old North, pendapatnya tentang industri game Indonesia, serta tip untuk kamu yang berminat jadi komponis di ranah game. Seperti apa isi diskusi tersebut? Simak ulasan selengkapnya.


Celestian Tales Old North | Art

Selamat sore Benn, terima kasih sudah mau diwawancara. Pertama-tama, bisa ceritakan sedikit tentang latar belakang Benn pada pembaca?

Terima kasih untuk kesempatannya, nama saya Adrian Benn. Barangkali lebih banyak orang di developer game mengenal saya sebagai Music Director atau Guildmaster di Agate Simfonia. Yang tidak banyak diketahui, sekarang saya juga adalah Game Designer di Ekuator Games. Bukan desainer utama sih, tapi lebih ke arah membantu apa yang kurang dari tim Ekuator Games.

Saya terjun di gamedev awalnya tahun 2010. Waktu itu saya dapat informasi lowongan di Agate Studio sebagai Audio Programmer, dan memutuskan untuk bergabung. Kemudian di tahun 2011, dengan dukungan dari Arief (CEO Agate Studio) saya mendirikan Agate Simfonia.

Ingin kenal lebih jauh dengan Arief Widhiyasa dari Agate Studio? Simak 13 ilmu bisnis dan game darinya!

Pendidikan saya dari jurusan informatika ITB, tapi kalau soal musik itu awalnya sebagai hobi. Saya sudah aktif di paduan suara sejak SMA, dan sampai sekarang masih aktif di paduan suara serta musik gereja. Pendidikan formal musik sendiri hampir tidak ada, semua dalam bentuk pendidikan informal, kursus, atau workshop.

Dari latar belakang pendidikan informatika, bagaimana ceritanya jadi beralih ke komponis musik?

Pekerjaan pertama saya di dunia developer game adalah audio programming. Jadi saya merasa itu kesempatan yang sangat bagus untuk mengombinasikan latar belakang saya di informatika dengan kecintaan saya pada musik.

Sebagai audio programmer, tugas saya adalah mengimplementasikan audio ke dalam sebuah game. Saya mengambil musik dan efek suara yang sudah dibuat sebelumnya, lalu menulis program untuk mengaktifkannya dalam game. Kami banyak membuat game Flash dan mobile berbasis Java, jadi kami butuh file yang sangat kecil. Saya yang mengurus soal format file dan kompresinya.

Meski posisinya audio programmer, lingkup kerja saya di Agate pada waktu itu (tahun 2010) termasuk composing juga sih. Jadi semua hal yang terkait audio mulai dari mengonsep, membuat komposisi, sampai memasukkan ke dalam game, semua dikerjakan satu orang.

Celestian Tales Old North | Screenshot 1

Karya Benn baru-baru ini adalah Celestian Tales: Old North yang musiknya mendapat tanggapan positif dari banyak gamer. Seperti apa proses pembuatan lagu di game tersebut?

Pertama-tama, Old North itu hasil kerja tim ya. Semua orang yang terlibat dalam pengerjaan audio punya kontribusi yang cukup signifikan. Proses awalnya dimulai dengan pembicaraan antara saya dan penulis cerita sekaligus produser Ekuator Games, yaitu Cipto. Dia datang kepada saya sambil membawa naskah Celestian Tales: Old North.

Simak juga serunya sesi AMA Tech in Asia Indonesia dengan Cipto Adiguno dari Ekuator Games

Kami membahas naskah dari awal sampai akhir, kemudian membangun dunianya. Mulai kerajaannya, keluarga-keluarga bangsawan di situ, lingkup budayanya, musiknya, seperti apa bunyi-bunyi yang mungkin ada, semua dibangun dulu dengan modal naskah tadi. Setelah itu kami membuat konsep musiknya, kira-kira alat musik apa dan komposisi seperti apa yang akan kami masukkan.

Salah satu pegangan dasar untuk Celestian Tales: Old North adalah bila disetarakan dengan dunia nyata, dunianya mirip Perancis abad ke-16 sampai 17. Jadi untuk ide awal saya mencari musik-musik dari masa itu. Kami mencari referensi tidak cuma musik klasik orkestra, tapi juga musik-musik folk.

Di saat yang bersamaan, kami mencari referensi dari game lain yang menawarkan suasana serupa dengan Old North. Pengaruh terkuat bisa dibilang dari Suikoden. Tidak hanya cerita dan gaya gambar, musik Old North pun akhirnya mendapat pengaruh dari situ. Namun ada juga pengaruh game lain, misalnya karya Nobuo Uematsu di The Last Story.

Setelah konsep jelas, kami menyusun kapan dan di mana saja musik dibutuhkan. Dalam Old North ada musik yang menjadi latar belakang, namun ada juga musik yang digunakan sebagai plot device. Misalnya adegan ketika salah satu karakter berkomunikasi dengan musuhnya menggunakan musik. Ada juga waktunya musik menjadi fokus, seperti lagu di adegan opening dan ending.

Celestian Tales: Old North | Screenshot 2

Adegan pembuka Celestian Tales: Old North.

Berikutnya kami pun membagi-bagi tugas. Komponis yang terlibat di Old North antara lain ada Sandi Mardiansyah dan Satriyo Hutomo. Kami juga dibantu Muhammad Haafidz sebelum ia pindah ke Tinker Games, serta Zaki Andiga yang sekarang alih profesi jadi produser di Agate Studio. Saya sendiri lebih banyak memberi arahan sebagai music director daripada membuat komposisi.

Salah satu lagu unik dari Celestian Tales: Old North adalah “Reus” yang merupakan lagu ending. Dari mana inspirasi untuk membuat lagu tersebut?

Itu kan lagu ending, jadi ada emosi yang harus diwujudkan dalam lagu tersebut. Adegan terakhir Old North punya nuansa sedih, dan kami ingin membuat pemain merasa bingung, sebenarnya pilihan yang mereka ambil itu benar atau salah. Jadi nuansanya cukup kontras dengan apa yang mereka jalani sebelum adegan terakhir itu.

Ada tiga fakta menarik tentang lagu ini. Pertama, lirik lagu “Reus” diambil dari sebuah teks Latin kuno berjudul “Dies Irae“. Di akhir lagu “Reus” ada kata-kata, “Ingemisco, tamquam reus,” yang artinya kira-kira, “Saya tidak punya kuasa apa-apa, saya hanya seorang pendosa.” Asalnya dari teks kuno itu.

Kata reus (pendosa) ini cukup kontras karena di bagian lain Old North ada lagu berjudul “Deus” yang berarti dewa. Dua kata yang mirip namun berkebalikan ini saya pikir bisa jadi salah satu sisi yang lumayan menarik. Itulah kenapa teks “Dies Irae” dipilih menjadi lagu ending.

Fakta kedua, awalnya konsep nada lagu “Reus” akan digunakan sebagai lagu latar desa kaum elf, namun kami merasa nuansanya tidak cocok sehingga dibuang. Kemudian belakangan lagu itu ditemukan lagi, dan sepertinya justru cocok untuk digunakan di lagu ending.

Shiellia Permatasari | Photo 1

Shiellia Permatasari | Sumber foto: Agate Simfonia

Ketiga, proses rekaman vokal lagu “Reus” yang durasinya hanya sekitar tiga menit ini menghabiskan waktu dua kali sesi rekaman, masing-masing enam jam. Dan pada saat rekaman tersebut, vokalisnya (Shiellia Permatasari) sedang hamil tujuh bulan. Menarik sih prosesnya, seru tapi sambil agak takut juga karena kehamilan itu.

Beralih dari Celestian Tales: Old North ke musik secara umum, apa saja sih yang dibutuhkan untuk jadi seorang komponis? Terutama komponis game seperti Benn.

Paling tidak ada tiga hal yang dibutuhkan. Pertama, kita perlu pengetahuan tentang teori musik, seperti tangga nada, harmoni, dan sebagainya. Hal itu tidak harus kita pelajari di pendidikan resmi seperti kuliah atau sekolah khusus. Kita bisa juga belajar mandiri, misalnya lewat internet atau kursus.

Kedua, kita butuh pengetahuan tentang produksi musik. Mulai cara rekaman, cara bekerja dengan D.A.W. (digital audio workstation), menggunakan plugin VST, sampai proses menghasilkan file musik di akhir. Kita juga mesti tahu cara menentukan format, kompresi, sampai cara implementasi ke dalam game. Ini semua bisa dipelajari sendiri, banyak materinya di internet.

Hal ketiga yang penting adalah kesadaran terhadap bunyi. Terutama untuk calon-calon komponis yang tertarik ke arah desain dan directing, kita harus bisa membayangkan bunyi, tidak hanya membuat komposisi.

Dalam video game, kita menghadirkan sebuah dunia di mana pemain bisa merasa ‘masuk’ ke dalamnya. Kita harus membuat pemain merasa yakin bahwa dia benar-benar berada dalam dunia yang kita ciptakan. Untuk menghasilkan itu, kita harus bisa membayangkan seperti apa bunyi yang dimiliki dunia tersebut.

Kesadaran bunyi ini bukan sesuatu yang bisa diperoleh melalui pendidikan, tapi bisa dilatih. Caranya dengan membiasakan diri untuk lebih sadar terhadap bunyi-bunyi di sekitar kita. Juga dengan banyak memperhatikan, seperti apa musik dan ambience yang cocok untuk adegan tertentu. Itu tidak ada teorinya sih, harus dirasakan dengan hati.

Earl Grey and This Rupert Guy | Art

Salah satu game yang pernah dikerjakan Benn.

Adakah saran atau masukan bagi para komponis lain, baik sesama komponis profesional maupun yang masih belajar?

Secara umum saya menyarankan pada para komponis, baik yang baru belajar maupun yang sudah terkenal, untuk lebih banyak mendengar. Ini berhubungan dengan kesadaran bunyi tadi. Dengarkanlah musik sebanyak mungkin dengan genre berbeda-beda, dan dengarkan juga lingkungan sekitar. Bukan hanya mendengar sambil lalu, tapi mendengar sambil menyimak.

Kedua, kalau memang ingin berkarya, langsung buat saja. Tidak usah mencari alasan seperti masih kurang alat atau kurang kemampuan. Teruslah berkarya, nanti pelan-pelan kamu akan makin berkembang. Intinya harus terus berlatih.

Yang tidak kalah penting adalah jangan cepat puas kalau sudah bisa menghasilkan sebuah karya. Kita dengarkan lagi karya orang dari game atau film yang kita suka, lalu coba kejar kualitas musik mereka. Ada situs yang bagus untuk referensi yaitu SoundWorks Collection, isinya video behind the scene dari sisi musik untuk film-film terkenal. Itu materi belajar yang sangat menarik.

Bagaimana pendapat Benn tentang industri game Indonesia saat ini, terutama dari segi musik?

Buat saya secara umum industri game Indonesia ada di titik yang menarik. Masa hype awal developer game di sini mungkin sekitar tahun 2010-2012 lalu, ketika banyak studio baru bermunculan. Nah, fase hype itu baru saja berakhir, bisa dilihat dari banyaknya studio kecil yang tutup dan kena seleksi alam.

Seleksi alam ini bisa lebih sadis lagi ke depannya. Jadi sekarang waktunya studio-studio game Indonesia untuk berkonsolidasi agar bisa lebih dewasa. Mungkin banyak dari kita yang ingin cepat jadi sebesar EA atau Ubisoft. Padahal untuk jadi sebesar itu butuh proses yang sangat lama, mungkin sepuluh atau dua puluh tahun.

Saya percaya potensi industri game kita masih besar. Saya cuma khawatir dari segi bisnisnya. Kalau kita terlalu cepat ingin untung dan sustain secara bisnis, bisa jadi sisi kreativitasnya akan kalah. Padahal penggerak utama industri game adalah sisi kreatifnya. Sisi bisnis mungkin adalah kopilot atau navigatornya.

Celestian Tales: Old North | Screenshot 3

Kalau dari sisi musik sendiri, beberapa tahun terakhir ini kualitas musik game di Indonesia bagus, tapi cukup stagnan. Komponis kita punya kemampuan untuk membuat musik bagus, tapi tidak bisa berkembang lebih jauh lagi. Mungkin penyebabnya karena skala game yang dibuat juga masih begitu-begitu saja.

Selain itu, bisa jadi para komponis di sini susah bertahan hidup, terutama yang independen. Mereka yang bergabung di studio game mungkin lebih terjamin, tapi komponis independen masih punya banyak tantangan untuk mendapat penghidupan yang layak. Sayang, padahal komposisi lagu maupun kemampuan pemain kita cukup kuat, tapi mereka susah berkembang.

Pertanyaan terakhir, siapa saja komponis favorit yang banyak memberi pengaruh pada Benn?

Kalau musik game, pengaruh utama adalah Nobuo Uematsu, terutama lagu opera di Final Fantasy VI. Lagu itu adalah inspirasi perkawinan musik dan teknologi, karena dengan keterbatasannya Nobuo Uematsu tetap bisa menghasilkan musik dengan komposisi dan eksekusi yang bagus. Selain itu saya juga suka Austin Wintory, terutama hasil karyanya dalam Journey.

Di luar game, saya menyukai komponis bernama Richard Wagner. Bisa dibilang dialah inspirasi banyak komponis yang terjun di dunia film saat ini. Saya juga menggemari komponis Perancis yaitu Erik Satie dan Claude Debussy yang gayanya sangat impresionis. Mereka bisa menggambarkan suatu keadaan atau lingkungan dengan musik saja, tanpa gambar.

Oke, sampai di sini dulu wawancaranya, terima kasih Benn!


Demikianlah wawancara saya yang cukup panjang bersama Adrian Benn. Sekadar informasi, saat ini Agate Simfonia sudah tutup usia, namun kamu tetap bisa menghubungi Benn lewat email Agate Simfonia yang masih aktif. Bila kamu berminat mengontak atau mendengarkan karya-karya Benn, kamu bisa cek langsung beberapa tautan di bawah.

Email: benn@agatesimfonia.com

Soundcloud: Adrian Benn, Agate Simfonia

YouTube: Agate Simfonia

(Diedit oleh Pradipta Nugrahanto)

The post Musik Sebagai Bagian Dunia dalam Game Menurut Music Director Seri Celestian Tales appeared first on Tech in Asia Indonesia.

Saturday, June 25, 2016

Game Di Indonesia

Game Di Indonesia


Review Lost Frontier – Semua Kebaikan Game Strategi Klasik

Posted: 25 Jun 2016 06:45 AM PDT

Sebagian besar game strategi di perangkat mobile akhir-akhir ini, seperti Phantom of the Kill maupun Fantasy War Tactics, memiliki konsep yang kurang lebih sama. Pemain diminta mengendalikan sekelompok hero dengan kemampuan yang bisa ditingkatkan melalui fitur upgrade. Skema free-to-play yang diusung kebanyakan game tersebut membuat pemain seolah terjerumus dalam kisah tak berujung dengan gameplay yang kian lama makin terasa repetitif.

Di antara sejumlah game strategi free-to-play yang menjamur pada platform mobile, Mika Mobile menghadirkan Lost Frontier yang membawa pemain kembali ke zaman keemasan game strategi. Para gamer mobile diajak mengikuti kisah sekelompok jagoan memburu kelompok buronan bengis, tanpa sistem upgrade berbelit, kebutuhan grinding, penawaran IAP, maupun sistem stamina yang menyebalkan.

Murni strategi

Lost Fronter Battle | Screenshot

Mika Mobile mendesain Lost Frontier sebagai game strategi yang menitikberatkan pada kemampuan berstrategi, ketimbang kesabaran meningkatkan level karakter. Kekuatan unit kawan dan lawan dibuat setara, sehingga kemenangan hanya bisa diraih lewat kemampuan membaca medan dengan cermat, mengantisipasi pergerakan lawan, mengatur formasi efektif, serta memahami kapan harus bertahan atau menyerang.

Unit pasukan dalam Lost Frontier didesain generik. Tidak ada pasukan yang superior terhadap unit lain dengan jenis yang sama. Keberadaan pasukan di medan pertempuran bagaikan pion dalam permainan catur, karena tidak jarang mereka harus dikorbankan demi memenangkan pertempuran. Desain mekanisme ini menjadikan Lost Frontier menjadi sarana tepat untuk membangkitkan jiwa ahli strategi yang terlelap dalam dirimu.

Formula klasik

Lost Fronter Unit Types | Screenshot

Lost Frontier memiliki formula serupa dengan game strategi klasik, di mana kamu berperan sebagai komandan sejumlah unit pasukan untuk menumpas musuh beserta markasnya. Bila kamu pernah memainkan beragam game strategi klasik, seperti seri Command & Conquer, Warcraft, atau Advance Wars, saya rasa kamu tidak akan mengalami kesulitan memahami gameplay dalam Lost Frontier.

Beberapa misi akan memberikanmu kemampuan untuk mengumpulkan uang serta memproduksi unit tambahan. Uang sebagai sumber daya utama dapat diperoleh dengan menguasai sejumlah bangunan di medan perang, sedangkan unit tambahan diperoleh dengan cara menyewa pasukan melalui saloon yang berhasil diambil alih.

Lost Frontier bisa dibilang merupakan sarana bernostalgia dengan Advance Wars yang dirilis Nintendo tahun 2001 silam. Beragam elemen di dalamnya terasa sangat mirip, mulai dari medan pertempuran berbasis grid, sistem turn-based battle, hingga kehadiran figur sentral yang bisa dipilih untuk memberi efek khusus terhadap jenis pasukan tertentu. Keseruan yang ada dalam Advance Wars pun dapat dirasakan di game ini.

Beragam mode permainan menantang

Lost Frontier Multiplayer | Screenshot

Mika Mobile merancang AI dengan cukup baik. Saat memainkan mode Campaign single player, komputer dapat mengidentifikasi dan mengeksploitasi titik terlemah formasi yang kamu susun. Melakukan langkah sembarangan bisa mengakibatkan pasukanmu langsung tercerai-berai dan gagal menyelesaikan misi.

Bila telah selesai menamatkan mode Campaign, kamu dapat lanjut memainkan mode Challenge yang akan memberikan masing-masing karakter dua puluh misi untuk ditaklukkan. Setiap misi memiliki struktur medan pertempuran berbeda yang semakin menantang seiring dengan progres permainan.

Lost Frontier bisa menjadi alternatif permainan catur maupun board game yang menyenangkan. Dengan mode multiplayer yang dapat mendukung hingga empat pemain, kamu dapat mengadu strategi bersama teman-teman dengan menggunakan satu perangkat saja.

Replay value cukup tinggi

Lost Fronter Undertaker Harvey | Screenshot

Mode Campaign dalam Lost Frontier hanya diisi oleh dua puluh misi saja. Walau memiliki tiga karakter jagoan dengan kemampuan yang berbeda-beda, namun setiap karakter menjalani misi yang sama persis.

Terbatasnya misi single player bukan berarti replay value Lost Frontier serta-merta menjadi rendah. Setiap misi memiliki serangkaian tantangan opsional yang bisa kamu penuhi. Tantangan tersebut baru bisa dipenuhi bila kamu telah mencapai progres permainan tertentu, sehingga kamu mendapatkan alasan untuk kembali menyelesaikan misi lama setelah bermain cukup jauh.

Presentasi terpoles

Lost Fronter John McGraw | Screenshot

Melanjutkan kualitas yang dihadirkan Mika Mobile dalam karya-karya mereka sebelumnya, Lost Frontier masih mempertahankan polesan grafis yang terlihat menawan. Walau “hanya” bermodalkan grafis 2D tanpa efek-efek membelalakkan mata, namun semua animasi, transisi antarmuka, hingga tampilan beragam aset dalam game terlihat rapi.

Grafis yang oke tersebut dilengkapi dengan efek suara maupun musik latar yang terdengar cocok dengan tema koboi. Baik suara tembakan peluru hingga musik pengiring sama-sama menghidupkan suasana alam liar yang tandus ala film koboi klasik. Kalau kamu merupakan pemain setia beragam game buatan Mika Mobile, kamu juga dapat mendengar beragam efek suara yang sering mereka gunakan hingga terasa seperti ciri khas.

Kesimpulan: Salah satu game strategi mobile terbaik

Lost Frontier Rifleman | Screenshot

Walau cukup jarang merilis game di platform mobile, nama Mika Mobile dapat diidentikkan dengan karya berkualitas di balik banderol premium. Hal tersebut masih berlanjut dalam Lost Frontier yang menawarkan value tinggi dan pengalaman menyenangkan untuk harga sekitar Rp40.000.

Dengan beragam mode permainan, fitur multiplayer seru, kemampuan untuk dimainkan secara offline, dan tentunya tingkat kesulitan yang menantang, Lost Frontier akan memberikan hiburan berkualitas bagi para penggemar genre strategi di platform mobile. Mika Mobile juga memiliki rencana untuk terus menambah konten sehingga game ini semakin seru di masa depan. Semoga saja mereka menepati janji tersebut.

App Info
Lost Frontier
Mika Mobile, Inc. -  Jun 02, 2016
Genre:  Games, Strategy, Puzzle, Entertainment
Size:  89.45 MB
Installs:  N/A
Rp. 45.000
Download

(Diedit oleh Fadly Yanuar Iriansyah)

The post Review Lost Frontier – Semua Kebaikan Game Strategi Klasik appeared first on Tech in Asia Indonesia.

Rangkuman Berita Game Jepang Minggu Ini – 25 Juni 2016

Posted: 25 Jun 2016 05:47 AM PDT

Trailer terbaru JoJo’s Bizzare Adventure: Eyes of Heaven menampilkan karakter dari buku Chapter 6 dan Chapter 7

Bandai Namco Entertainment telah merilis dua trailer baru JoJo’s Bizzare Adventure: Eyes of Heaven. Dalam trailer tersebut, kamu akan diperkenalkan dengan beberapa karakter yang muncul dari buku Chapter 6: Stone Ocean dan Chapter 7: Steel Ball Run. JoJo’s Bizzare Adventure: Eyes of Heaven akan dirilis pada 28 Juni 2016 dalam bahasa Inggris untuk PS4.


Trailer baru The King of Fighters XIV menampilkan Team Official Invitation

SNK Playmore kembali merilis trailer yang memperkenalkan karakter dari The King of Fighters XIV. Kali ini, karakter yang diperkenalkan berasal dari Team Official Invitation, yaitu Sylvie, Kukri, dan Mian. The King of Fighters XIV versi bahasa Inggris segera rilis untuk PS4 pada 23 Agustus 2016.


Sejumlah senjata diperlihatkan dalam trailer baru Toukiden 2

Koei Tecmo merilis sejumlah trailer baru dari Toukiden 2. Trailer ini memperlihatkan berbagai senjata yang bisa kamu gunakan dalam game tersebut. Kali ini senjata yang dipertunjukkan adalah naginata, pisau, tinju, dan busur. Toukiden 2 akan dirilis untuk PS4 dan PS Vita pada 28 Juli 2016 di Jepang.


Trailer baru Tales of Berseria tampilkan gameplay yang dimilikinya

Bandai Namco Entertainment telah merilis trailer keempat dari Tales of Berseria yang memperlihatkan fitur serta gameplay dalam RPG terbaru seri Tales of tersebut. Kamu bisa melihat seperti apa tampilan dari sistem pertarungan Liberation-LMBS yang baru, serta mini-game yang nanti bisa kamu coba.

Tales of Berseria akan dirilis di Jepang pada 18 Agustus 2016 untuk PS4 dan PS3. Versi bahasa Inggris akan menyusul pada awal 2017 untuk PS4 dan PC.


Trailer gameplay dari Yomawari: Night Alone tampilkan sistem permainannya

NIS America telah merilis trailer baru dari Yomawari: Night Alone yang memperkenalkan gameplay yang diusungnya. Kamu juga bisa lihat situs resminya untuk mengetahui lebih lanjut tentang cara bermain dalam Yomawari: Night Alone. Game horor dari Nippon Ichi Software ini akan dirilis untuk PS Vita dan PC pada 25 Oktober 2016.


Trailer baru dari Yo-kai Watch 3 menampilkan gameplay saat bertarung

Level-5 telah merilis trailer baru dari Yo-kai Watch 3 yang menampilkan gameplay saat pertarungan berlangsung. Dalam game ini, kamu akan mengarahkan Yo-kai milikmu menggunakan medali yang ada di layar bawah.

Kamu bisa menyusun medali tersebut dalam sebuah barisan untuk membuat para Yo-kai bekerja sama mengalahkan musuh. Yo-kai Watch 3 akan dirilis di Jepang dalam dua versi yaitu Sushi dan Tempura pada 16 Juli 2016 di 3DS.


Trailer baru dari The Idolmaster: Platinum Stars memperkenalkan karakter Haruka Amami dan Yayoi Takatsuki

Bandai Namco Entertainment kembali merilis trailer karakter dari The Idolmaster: Platinum Stars. Karakter yang diperkenalkan adalah Haruka Amami dan Yayoi Takatsuki. Game simulasi manajemen idol ini akan dirilis di Jepang untuk PS4 pada 28 Juli 2016.


Trailer baru Romance of the Three Kingdoms XIII tampilkan detail strategi yang bisa kamu kerahkan

Koei Tecmo telah merilis beberapa video trailer dari Romance of the Three Kingdoms XIII. Trailer ini memperkenalkan sistem permainan serta strategi yang bisa kamu lakukan dalam membangun kerajaanmu.

Hal unik yang bisa ditemukan dalam trailer ini adalah Koei Tecmo kini menggunakan dab Mandarin untuk seri terbaru Romance of the Three Kingdoms tersebut. Romance of the Three Kingdoms XIII segera dirilis pada 5 Juli 2016 untuk PS4 dan PC.


Psycho-Pass: Mandatory Happiness siap rilis dalam bahasa Inggris pada September 2016

NIS America telah merilis trailer pengenalan dari Psycho-Pass: Mandatory Happiness. Psycho-Pass: Mandatory Happiness merupakan visual novel yang diadaptasi dari seri anime Psycho-Pass. Dalam trailer tersebut, kamu akan diperkenalkan dengan karakter baru dan juga karakter yang sebelumnya muncul dalam seri anime Psycho-Pass.

Pyscho-Pass: Mandatory Happiness versi bahasa Inggris segera rilis pada 13 September 2016 untuk PS Vita dan PS4. Game ini juga direncanakan untuk rilis di PC.


Square Enix tengah mempertimbangkan untuk merilis Star Ocean 5: Integrity and Faithlessness ke platform PC

Star Ocean Integrity and Faithlessness | Featured

Lewat sebuah wawancara dengan situs FFDream, Shuichi Kobayashi, selaku produser Star Ocean 5: Integrity and Faithlessness, menyatakan bahwa Star Ocean 5 berpotensi dirilis di PC. Menurutnya, ASKA Engine yang digunakan untuk menggarap Star Ocean 5 mampu untuk melakukan porting ke platform PC dengan mudah.

Akan tetapi, karena Square Enix masih memikirkan cara supaya pengguna keyboard dan mouse tetap nyaman untuk memainkan RPG tersebut, Kobayashi tidak bisa berjanji untuk merilis versi PC dalam waktu dekat.

Sumber: FFDream


Screenshot terbaru dari Fate/Extella: The Umbral Star perlihatkan aksi penuh warna

Fate:Extella | Screenshot 3 Fate:Extella | Screenshot 2 Fate:Extella | Screenshot 10 Fate:Extella | Screenshot 9 Fate:Extella | Screenshot 1 Fate:Extella | Screenshot 8 Fate:Extella | Screenshot 7 Fate:Extella | Screenshot 6 Fate:Extella | Screenshot 5 Fate:Extella | Screenshot 4

Marvelous telah memperbaharui situs resmi dari Fate/Extella: The Umbral Star dengan sejumlah screenshot baru. Gambar yang baru ditambah tersebut menunjukkan beberapa Servant yang tengah beraksi menghadapi banyak musuh. Fate/Extella: The Umbral Star sendiri akan dirilis pada 10 November 2016 di Jepang untuk PS4 dan PS Vita. Versi bahasa Inggris menyusul pada musim dingin (November – Desember) 2016.

Situs resmi: Fate/Extella: The Umbral Star

(Diedit oleh Fadly Yanuar Iriansyah)

The post Rangkuman Berita Game Jepang Minggu Ini – 25 Juni 2016 appeared first on Tech in Asia Indonesia.

Berita Startup Teknologi di Indonesia Minggu Ini – 25 Juni 2016

Posted: 24 Jun 2016 11:51 PM PDT

Minggu ini kami menemukan dua startup teknologi di Indonesia, yaitu layanan bengkel on-demand yang siap menemani perjalanan mudik kamu dan layanan pemesanan tiket bus secara online untuk warga Makassar. Selain itu, menyambut hari raya Idul Fitri kami juga membuat daftar layanan zakat online

Ingin startup kamu diulas di Tech in Asia Indonesia? Silakan baca panduan dan isi formulir ini.


Obeng

Aplikasi Obeng | Feature Image
Aplikasi yang namanya merupakan singkatan dari online bengkel ini pertama hadir pada tahun 2015 untuk platform Android. Baru pada tahun ini Obeng hadir untuk platform iOS. Sang Founder, Paulus Chandra, mengklaim bila saat ini Obeng telah memiliki lebih dari 3.000 bengkel terdaftar. Persebaran bengkelnya juga mencakup seluruh wilayah di Indonesia, meski masih terpusat di Jakarta.

Ingin tahu lebih lengkap tentang Obeng? Simak ulasannya di sini.


Tiketbusku

Tampilan Situs Tiketbusku | Screenshot
Sulitnya mencari tiket bus pada momen khusus seperti mudik Lebaran adalah ide di belakang hadirnya layanan Tiketbusku. Berasal dari Makassar, tiket bus yang bisa dipesan menjangkau seluruh daerah di Sulawesi. Dalam operasionalnya, Tiketbusku menggandeng sejumlah perusahaan bus (PO) dan juga Perusahaan Daerah (PD) Terminal Makassar.

Berencana memesan tiket bus untuk libur Lebaran kali ini? Baca dulu selengkapnya di sini


Berita Startup


Entrepreneur


Mobile dan gadget


Artikel lainnya

(Diedit oleh Fadly Yanuar Iriansyah)

The post Berita Startup Teknologi di Indonesia Minggu Ini – 25 Juni 2016 appeared first on Tech in Asia Indonesia.

Steam Summer Sale Tawarkan Beragam Bundel agar Kamu Bisa Lebih Hemat

Posted: 24 Jun 2016 11:40 PM PDT

Steam Summer Sale telah dimulai! Apakah kamu sudah khilaf belanja game diskonan? Atau masih bingung memilih game dengan diskon terbaik? Kalau masih ragu-ragu, kamu bisa cek dulu penawaran Steam di bawah. Pada periode diskon kali ini, Steam membundel beberapa game berdasarkan genrenya. Apabila kamu membeli bundel tersebut, kamu akan mendapat potongan harga ekstra.

Tidak seperti Humble Bundle, dalam bundel ini kamu tidak perlu khawatir mendapat game duplikat, karena game yang sudah kamu punya tidak akan dihitung. Berikut ini daftar bundel yang ditawarkan, beserta isi game di dalamnya.


Bundel Metroidvania, sekitar Rp328.000:

Strider | Screenshot 1

Strider

  • Shantae and the Pirate’s Curse
  • Strider | Review
  • Axiom Verge
  • Salt and Sanctuary
  • Momodora: Reverie Under the Moonlight | Review

Steam Link: Summer Sale Metroidvania Bundle


Bundel survival, sekitar Rp313.000:

  • Slime Rancher
  • Don’t Starve
  • Shelter
  • The Flame in the Flood | Review
  • Hurtworld

Steam Link: Summer Sale Survival Bundle


Bundel JRPG, sekitar Rp374.000:

Tales of Zestiria | Screenshot 1

Tales of Zestiria

  • Valkyria Chronicles
  • Tales of Zestiria | Review
  • Hyperdimension Neptunia Re;Birth1
  • Disgaea PC
  • Agarest: Generations of War

Steam Link: Summer Sale JRPG Bundle


Bundel turn-based strategy, sekitar Rp282.000:

  • The Banner Saga | Review
  • Invisible, Inc. | Review
  • Thea: The Awakening
  • Gremlins, Inc.
  • Hard West

Steam Link: Summer Sale Turn-Based Strategy Bundle


Bundel building, sekitar Rp369.000:

  • Scrap Mechanic
  • Simple Planes
  • Stonehearth
  • Besiege
  • Poly Bridge

Steam Link: Summer Sale Building Bundle


Bundel point-and-click, sekitar Rp220.000:

Grim Fandango Remastered | Screenshot 1

Grim Fandango Remastered

  • Grim Fandango Remastered | Review
  • Fran Bow
  • The Silent Age
  • Read Only Memories

Steam Link: Summer Sale Point-and-Click Bundle


Bundel party game, sekitar Rp302.000:

  • Cobalt
  • Keep Talking and Nobody Explodes | Video
  • Move or Die
  • The Jackbox Party Pack 2
  • Duck Game
  • SpeedRunners

Steam Link: Summer Sale Party Games Bundle


Bundel first-person puzzle, sekitar Rp432.000:

  • Portal 2
  • The Talos Principle
  • SUPERHOT
  • The Witness
  • The Vanishing of Ethan Carter | Review

Steam Link: Summer Sale First-Person Puzzle Bundle


Dari bundel yang ditawarkan, menurut saya yang paling menarik adalah bundel JRPG. Kamu bisa mendapat lima JRPG terkenal dengan harga sekitar Rp374.000 saja, termasuk Tales of Zestiria yang cukup keren dan usianya baru setengah tahun. Valkyria Chronicles juga termasuk di dalamnya. Kalau kamu penggemar JRPG serta cerita bertema militer, game tersebut wajib kamu mainkan.

Bagaimana menurutmu, apakah bundel di atas sudah cukup menggiurkan? Atau kamu punya incaran game lain untuk dibeli? Kalau Steam Summer Sale kali ini kurang menarik, ingatlah bahwa masih ada Humble Sonic 25th Anniversary Bundle dan PlayStation Flash Sale yang juga sedang berlangsung. Selamat berbelanja, dan ingatlah untuk tidak berlebihan.

Sumber: Steam

(Diedit oleh Fadly Yanuar Iriansyah)

The post Steam Summer Sale Tawarkan Beragam Bundel agar Kamu Bisa Lebih Hemat appeared first on Tech in Asia Indonesia.

Seberapa Efektif Iklan dalam Bentuk Video?

Posted: 24 Jun 2016 11:18 PM PDT

Akan sedikit sulit untuk berbicara tentang content marketing tanpa membahas raksasa yang satu ini—video. Digadang-gadang sebagai masa depan dari content marketing, banyak perusahaan yang berupaya sebisa mungkin untuk memanfaatkan video. Hal ini dapat dimaklumi. Video online kini telah menjadi tolak ukur untuk membuat sebuah konten menjadi viral, bahkan sejak era video "Charlie Bit My Finger."

Axonn Research menemukan bahwa tujuh dari sepuluh responden melihat citra para brand menjadi lebih positif setelah menyaksikan video menarik buatan mereka. Sementara sebuah laporan dari Forrester mengatakan bahwa video berdurasi satu menit memiliki dampak yang sama dengan artikel berisi 1,8 juta kata.

Walau begitu, masih banyak kekurangan dari video yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu. Suatu hari nanti video mungkin akan menjadi raja di dunia konten. Namun untuk sekarang video masih harus berjuang untuk meraih mahkota tersebut.

Video bersifat linear

Iklan berbentuk video masih dianggap mengganggu user experience. Alasan terbesarnya adalah karena pesan yang disampaikan video sangat linear. Ini membuat usaha untuk menarik perhatian pengguna menjadi lebih besar.

Masalah terjadi ketika audiens mengeklik tombol "Skip Ad" sebelum pesan dalam iklan berhasil disampaikan. Sebuah studi dari Visible Measures mengklaim bahwa dua puluh persen pengguna meninggalkan video dalam waktu sepuluh detik atau kurang. Ini menuntut para pengiklan untuk dapat menyampaikan pesan mereka dengan lebih singkat.

Platform video seperti Vimeo dan YouTube memiliki iklan yang tidak bisa dilewati. Kamu boleh berpendapat kalau hal ini jauh lebih mengganggu dibanding iklan dalam bentuk lain, karena video menyita waktu lebih banyak ketimbang banner ad. Sistem berlangganan tanpa iklan, seperti yang ditawarkan YouTube Red, mengambil keuntungan dari ketidaknyamanan ini. Begitu juga dengan ad blocker.

Video menyedot paket data

Menurut penelitian Deloitte, traffic yang dihasilkan dari konten audio dan video akan mencapai 82 persen dari seluruh traffic internet pada 2018. Ini karena konten video sangat banyak menggunakan data. Pengguna pun semakin selektif ketika mengakses video saat tidak ada koneksi Wi-Fi.

Fenomena ini terjadi di negara-negara yang pasarnya sedang berkembang, seperti Indonesia atau Filipina, di mana jaringan internet belum merata dan harganya cenderung mahal. Sementara kualitas koneksi internet di pasar berkembang masih buruk, dan Wi-Fi gratis untuk masyarakat masih berupa wacana, penyebaran konten video masih akan terbentur isu geografis.

Batasan ini akan memengaruhi penggunaan video dalam penerapan inovasi marketing, seperti location-based advertising. Menurut sebuah studi dari IAB UK, 66 persen dari marketer percaya bahwa location-based advertising adalah peluang paling menarik di tahun 2016. Apabila konsumen masih sayang menggunakan paket data mereka untuk mengakses video, maka iklan video yang menyasar pengguna perangkat mobile akan kurang efektif.

Sebuah iklan video Starbucks, misalnya, secara teoritis akan lebih efektif bila "disebarkan" ke calon pelanggan yang berada dekat outlet. Namun ini tidak akan berlaku jika mereka tidak memiliki akses terhadap koneksi Wi-Fi yang memadai.

Video adalah "bahasa" yang sulit dipelajari

CaseOnVideoAds|Image 2

Sumber: YouTube

Para brand seringkali kesulitan "berbicara" dengan golongan anak muda yang ada di dalam demografis mereka. Ketika brand mencari tahu cara memikat audiens untuk membeli produk mereka lewat iklan video, netizen lebih memilih untuk menonton video kucing melawan zombi atau video lelucon.

Hal ini dapat dimaklumi, karena tidak ada yang tahu formula untuk membuat video menjadi viral. Salah melangkah sedikit saja, upayamu akan sia-sia. Seperti misalnya langkah HTC melakukan rap battle dengan kompetitornya pada 2015.

Tidak ada aturan baku untuk membuat sebuah video menjadi populer atau viral. Selain itu ada banyak sekali kompetitor di luar sana.

YouTube, leluhur dari situs video online, diperkirakan telah menerima hingga satu miliar unique visitor setiap bulannya. Menurut data tahun 2015 dari CEO YouTube Susan Wojcicki, ada lebih dari 400 jam video yang diunggah setiap menitnya. Ini berarti apabila kamu mengunggah video berdurasi lima menit, saat itu juga kamu bersaing dengan konten lain yang berdurasi 399 jam dan 55 menit.

Melihat ramainya persaingan yang ada, kamu harus membuat konten video yang lebih menarik untuk mendapatkan perhatian audiens.

Video tidak ramah mesin pencari

Video juga berjuang untuk mendapatkan visibilitas oleh mesin pencari. SEO dari video juga sangatlah terbatas apabila dibandingkan dengan artikel yang jauh lebih mudah dicerna Google. Bot tidak dapat menginterpretasikan video seperti bagaimana mereka mengerti tentang teks dan kode. Video yang tidak dilengkapi dengan caption atau keterangan berbentuk teks akan lebih sulit lagi untuk bersaing dengan konten tertulis.

Inilah keterbatasan konten video. Dengan kemampuan SEO yang minimal, pengguna akan cenderung mencari video dari kreator yang sudah mereka kenal. Ini membuat video-video baru semakin sulit untuk ditemukan. Brand juga akan semakin sulit untuk ditemukan, karena iklan berbentuk video ini tidak berdampak banyak pada visibilitas mereka di mesin pencari.

Apakah ada jalan tengahnya?

CaseOnVideoAds|Image 3

Sumber: Pexels

Video adalah medium yang cukup potensial bagi brand untuk menjangkau lebih banyak audiens, tetapi kamu harus bekerja ekstra keras untuk dapat berhasil dengan upaya tersebut. Jadi ketika kamu sedang mengerjakan content marketing untuk brand atau perusahaanmu, jangan langsung menghabiskan seluruh bujet untuk membuat video. Kamu dapat menjangkau lebih banyak audiens dengan strategi yang lebih beragam.

Bekerja dengan produser video juga dapat membantu agar pesan sampai ke audiens yang tepat. Influencer dan rumah produksi juga dapat membantumu dengan keahlian yang mereka miliki, sembari kamu mendapatkan akses ke penonton tetap mereka. Ketimbang membuat iklan, buatlah konten video native karena ini tidak akan mengganggu pengalaman pengguna. Kemungkinan video native untuk dibagikan oleh pengguna pun lebih tinggi.

Video mungkin tengah menjadi topik paling dibicarakan belakangan ini. Namun dengan semakin banyaknya video yang diproduksi oleh media dan brand, hal ini mirip seperti demam emas pada abad ke-19.

Apabila video terlalu dieksploitasi, medium ini akan hambar dengan lebih cepat. Sehingga akan lebih baik jika kamu fokus membuat video berkualitas, ketimbang mementingkan kuantitas. Hal terakhir yang kita butuhkan adalah situs berita yang membuat video dengan sisipan teks berdurasi satu menit.

Ingin tahu lebih banyak?

Jika kamu ingin tahu lebih banyak tentang content marketing, silakan isi formulir di bawah ini. Kami akan memberi tahu kamu apabila ada konten dan insight terbaru tentang content marketing. Jangan sungkan juga untuk beri tahu kami tentang apa yang ingin kamu pelajari pada kolom komentar di bawah!


Brand Pulse adalah cara Tech in Asia Indonesia untuk menyajikan konten bersponsor. Tim Brand Pulse kami bekerjasama dengan berbagai brand terkemuka untuk menciptakan konten yang mendidik, informatif, serta kredibel untuk audiens kami. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut, silakan kunjungi halaman brandpulse.techinasia.com atau kirimkan pertanyaan kamu ke bdid@techinasia.com.

(Artikel ini pertama kali dipublikasikan dalam bahasa Inggris oleh Annie Teh. Informasi dalam artikel telah diterjemahkan dan dimodifikasi; diedit oleh Mohammad Fahmi)

The post Seberapa Efektif Iklan dalam Bentuk Video? appeared first on Tech in Asia Indonesia.

Sponsor

Latest Game News

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Sponsor

pasang iklan baris gratis